Disdukcapil Peduli: Langkah Pemkot Kupang Jemput Bola Perekaman Identitas bagi Masyarakat Terlupakan

Metronewsntt.com, Kupang—Memastikan seluruh warga terdata tanpa terkecuali, Pemerintqh Kota Kupang melalui Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil ( Disdukcapil ) Kota Kupang melasanakan gerakan pelayanan  inisiatif proaktif bertajuk “Disdukcapil Peduli”. 

Program ini hadir sebagai solusi bagi keluarga yang kesulitan melakukan perekaman KTP-el atau terlupakan  karena adanya anggota keluarga yang sakit berat atau berkebutuhan khusus, sekaligus menjadi kunci penting dalam validasi data penerima bantuan sosial (bansos).

​Kepala Disdukcapil Kota Kupang, Angela Tamo Inyo, menjelaskan di ruang kerjanya pada Senin (2/3/2026) bahwa pelayanan jemput bola ini sebenarnya sudah rutin dilakukan melalui kegiatan lain seperti Goes To School di sekolah-sekolah maupun pelayanan di tingkat kelurahan. Namun, kini sistem tersebut lebih dipertajam melalui inisiatif “Disdukcapil Peduli”.

​”Kegiatan pelayanan jemput bola ini sudah dilakukan sejak lama, namun kini sistem pelayanan jemput bola dengan sebutan Disdukcapil Peduli lebih fokus pada mereka bagi penyandang disabilitas, stroke berat, orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang telah dilaksanakan akhir Desember kemarin,” ungkapnya.

​Pelayanan ini dilakukan baik secara langsung oleh petugas maupun berdasarkan laporan dari masyarakat. Tim Disdukcapil terjun langsung ke berbagai lokasi, termasuk rumah sakit dan lembaga pemasyarakatan, berbekal Perjanjian  Kerja Sama (PKS) yang telah terjalin. Dalam pelaksanaannya, Angela mengaku hampir setiap minggu timnya melayani satu hingga tiga warga untuk proses perekaman.

​Langkah proaktif ini menjadi krusial karena regulasi kementerian menetapkan bahwa jika terdapat satu anggota keluarga yang belum melakukan perekaman, maka data Kartu Keluarga (KK) tersebut tidak dapat divalidasi. Persoalan ini sering kali terungkap saat warga hendak mengurus bantuan sosial (bansos) di Dinas Sosial.

​”Waktu mereka datang di Dinas Sosial untuk urus bansos, nanti di situ muncul instruksi hubungi Dukcapil. Dari situ baru ketahuan ada anggota keluarga yang belum merekam karena ODGJ, sakit, atau lumpuh. Setelah mereka hubungi, baru kami pergi menjemput bola,” pungkasnya.(mnt)

Sumber : www.metronewsntt.com