Melalui “Goes To School”, Pemerintah Kota Kupang Berikan Hak E-KTP Bagi Pelajar Yang Memenuhi Syarat Usia

Kupang, inihari.co- Sesuai Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 Tentang Administrasi Kependudukan maka Penduduk Warga Negara Indonesia dan Orang Asing yang memiliki Izin Tinggal Tetap yang telah berumur 17 (tujuh belas) tahun atau telah kawin atau pernah kawin wajib memiliki KTP-el atau E-KTP.

E-KTP berfungsi sebagai data diri resmi penduduk yang dapat digunakan seseorang dalam upaya mendapatkan layanan publik hingga program pemerintah, baik pengajuan pernikahan, pendaftaran CPNS atau calon anggota TNI/Polri, serta pengajuan bantuan sosial, jaminan sosial, kepemilikan aset berharga dan banyak hal lainnya.

Untuk memastikan seluruh masyarakat termasuk pemula mendapatkan pelayanan E-KTP, Pemerintah Kota Kupang lewat program Jemput Bola (Jebol) di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) hadir dengan “Goes To School”, yakni program pelayanan pengurusan E-KTP bagi para pelajar yang memenuhi syarat usia dengan cara mendatangi langsung ke sekolah-sekolah.

Sampai saat ini hampir seluruh sekolah tingkat atas di Kota Kupang sudah didatangi Dispendukcapil untuk melakukan perekaman dan pencetakan E-KTP. Diantaranya, SMA Geovani, Madrasah Aliyah Negeri (MAN), SMA Negeri 5, SMK Negeri 6, SMK Negeri 4, SMK Negeri 1, dan beberapa sekolah tingkat SLTA lainnya.

Kadispendukcapil Kota Kupang – Angela Tamo Inya, S.IP, MM mengatakan, hingga November 2023, Dispendukcapil Kota Kupang sudah sudah berhasil melakukan dari lebih dari 2.000 (dua ribu) perekaman dan pencetakan E-KTP bagi pemula usia 17 Tahun. Dan untuk tahun ini ada sebanyak 972 E-KTP bagi pemula yang dicetak.

Selain E-KTP, melalui “Goes To School”, Dispenduk Kota Kupang juga berhasil mengaktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) bagi sebanyak 465 pelajar pengguna Android dan Iphone yang ditemui di sejumlah sekolah.

Dengan memiliki E-KTP, para pelajar sudah bisa mengakses layanan publik dan program pemerintah yang sesuai dengan usia mereka. Salah satunya adalah kebutuhan membuka rekening bank dan atau koperasi untuk kebutuhan menabung. Selain itu, mereka juga sudah memiliki hak pilih atau coblos dalam Pemilihan Legislatif maupun Pemilihan Kepala Daerah di tahun 2024 mendatang.

“E-KTP bagi warga negara termasuk pelajar sangat penting, yakni sebagai pengakuan dan legalitas identitas diri yang dijamin dan diakui negara. E-KTP  sebagai dasar  untuk mengakses semua pelayanan publik, karena saat ini Nomor Induk Kependudukan (NIK) merupakan dasar dari semua pelayanan publik,” kata Angela Tamo Inya, Senin (04/12/2023).

Sejak diluncurkan, program “Goes To School” memang telah mendapat sambutan dan antusias yang baik dari pihak sekolah dan para pelajar. Para kepala sekolah hingga para guru maupun pelajar pada umumnya memberikan apresiasi serta berterima kasih atas gebrakan yang sudah dilakukan oleh pemerintah Kota Kupang melalui Dispendukcapil tersebut.

Banyak sekolah tingkat SLTA di Kota Kupang yang kini meminta pihak Dispendukcapil untuk melakukan perekaman di sekolah mereka. Bahkan permintaan itu juga datang dari sekolah-sekolah yang sebelumnya sudah pernah didatangi. Mereka juga meminta agar program “Goes To School” oleh Dispendukcapil itu dijadikan sebagai program tetap yang dilakukan setiap tahun, demi terpenuhinya administrasi kependudukan E-KTP bagi pemula usia 17 tahun yang ada di setiap tahun ajaran baru.

Goes To School dinilai sangat membantu pelajar untuk mendapatkan E-KTP tanpa mengganggu aktivitas belajar mereka di sekolah. Sebab hanya dengan menunjukkan Kartu Keluarga (KK) maka pihak Dispendukcapil sudah bisa melayani mereka secara langsung di sekolah.

Untuk itu Angela Tamo Inya mengaku, “Goes To School” akan terus diupayakan menjadi agenda rutin yang dilakukan oleh Dispendukcapil Kota Kupang setiap tahun, demi pemenuhan kebutuhan dokumen kependudukan bagi warga Kota Kupang, terkhususnya bagi para pelajar yang sudah memenuhi syarat. Hal ini juga bagian dari mendukung Gerakan Indonesia Sadar Administrasi Kependudukan (GISA) yang merupakan program Ditjen Dukcapil Republik Indonesia. (Yantho Sulabessy Gromang)

Sumber : www.inihari.co